Jika membayangkan doping, maka pikiran akan tertuju benda-benda seperti tablet, transfusi darah dan jarum suntik. Namun ada beberapa bahan nyeleneh dan tak lazim yang digunakan atlet-atlet olimpiade kelas dunia sebagai doping.
1. Testis Hewan Mentah
Cara ini bermula dari tradisi Yunani kuno. Seperti halnya steroid
di abad modern, atlet olimpiade zaman dulu mengunyah testis
mentah-mentah untuk mendapatkan tambahan testosteron agar tenaganya
terdongkrak. Testosteron adalah hormon steroid dan sering digunakan
untuk meningkatkan pementukan otot serta meningkatkan kekuatan dan daya
tahan.
Cara ini bermula dari tradisi Yunani kuno. Seperti halnya steroid
di abad modern, atlet olimpiade zaman dulu mengunyah testis
mentah-mentah untuk mendapatkan tambahan testosteron agar tenaganya
terdongkrak. Testosteron adalah hormon steroid dan sering digunakan
untuk meningkatkan pementukan otot serta meningkatkan kekuatan dan daya
tahan.
2. Brandy Shot
Atlet bernama Thomas Hicks menjadi terkenal setelah memenangkan kompetisi maraton dalam Olimpiade 1904. Konon ia mendapat tambahan tenaga berkat minuman Brandy Shot yang diberikan sang pelatih secara teratur selama perlombaan. Brandy shot mengandung alkohol yang dianggap bernutrisi.
Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa alkohol tidak memiliki efek terhadap kekuatan dan daya tahan otot. Secara psikologis, alkohol bermanfaat karena meningkatkan kepercayaan diri, menurunkan kepekaan terhadap rasa sakit, mengurangi kecemasan dan tremor tangan.
Atlet bernama Thomas Hicks menjadi terkenal setelah memenangkan kompetisi maraton dalam Olimpiade 1904. Konon ia mendapat tambahan tenaga berkat minuman Brandy Shot yang diberikan sang pelatih secara teratur selama perlombaan. Brandy shot mengandung alkohol yang dianggap bernutrisi.
Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa alkohol tidak memiliki efek terhadap kekuatan dan daya tahan otot. Secara psikologis, alkohol bermanfaat karena meningkatkan kepercayaan diri, menurunkan kepekaan terhadap rasa sakit, mengurangi kecemasan dan tremor tangan.
3. Ganja
Penelitian menunjukkan bahwa ganja atau produk turunannya secara
tidak langsung dapat meningkatkan performa dan mengurangi kecemasan.
Sebuah penelitian terhadap atlet Australia menunjukkan bahwa hampir 60
persen atlet percaya ganja dapat meningkatkan performanya, namun mereka
tidak dapat menjelaskan bagaimana efek negatifnya. Efek positif dari
ganja menurut para atlet adalah meningkatkan relaksasi dan kepercayaan
diri.
Penelitian menunjukkan bahwa ganja atau produk turunannya secara
tidak langsung dapat meningkatkan performa dan mengurangi kecemasan.
Sebuah penelitian terhadap atlet Australia menunjukkan bahwa hampir 60
persen atlet percaya ganja dapat meningkatkan performanya, namun mereka
tidak dapat menjelaskan bagaimana efek negatifnya. Efek positif dari
ganja menurut para atlet adalah meningkatkan relaksasi dan kepercayaan
diri.
4. Obat Pereda Hidung Tersumbat
Obat mengatasi hidung tersumbat mengandung pseudoefedrin. Komite
Olimpiade Internasional awalnya melarang penggunaan pseudoefedrin, namun
baru-baru ini diurungkan karena tidak terbukti dapat meningkatkan
kemampuan atlet.
Penelitian sebelumnya pernah menemukan bahwa atlet yang diberi kapsul pseudoefedrin dalam waktu 90 menit sebelum uji coba mampu berlari rata-rata 5,8 detik lebih cepat dari pelari yang meminum plasebo.
SEKIAN IFORMASI DARI KAMI, SEMOGA BERMANFAAT
Obat mengatasi hidung tersumbat mengandung pseudoefedrin. Komite
Olimpiade Internasional awalnya melarang penggunaan pseudoefedrin, namun
baru-baru ini diurungkan karena tidak terbukti dapat meningkatkan
kemampuan atlet.Penelitian sebelumnya pernah menemukan bahwa atlet yang diberi kapsul pseudoefedrin dalam waktu 90 menit sebelum uji coba mampu berlari rata-rata 5,8 detik lebih cepat dari pelari yang meminum plasebo.
5. Kafein
Kafein adalah stimulan yang pernah dilarang di Olimpiade. Tapi pada olimpiade 2012 kali ini, World Anti-Doping Agency tak lagi melakukan tes terhadap atlet untuk mengetahui kadar kafein dalam darahnya.
Dalam sejarahnya, kafein telah membantu Bakhaavaa Buidaa dari Mongolia meraih medali perak dalam cabang olahraga judo di Olimpiade Munich. Kafein juga membuat pemain anggar asal Australia, Alex Watson, dilarang mengikuti Olimpiade 1988 di Seoul.
Kafein adalah stimulan yang pernah dilarang di Olimpiade. Tapi pada olimpiade 2012 kali ini, World Anti-Doping Agency tak lagi melakukan tes terhadap atlet untuk mengetahui kadar kafein dalam darahnya.Dalam sejarahnya, kafein telah membantu Bakhaavaa Buidaa dari Mongolia meraih medali perak dalam cabang olahraga judo di Olimpiade Munich. Kafein juga membuat pemain anggar asal Australia, Alex Watson, dilarang mengikuti Olimpiade 1988 di Seoul.
6. Etanol
Etanol dalam bir bisa membuahkan emas pada beberapa kompetisi
Olimpiade. Konsumsi alkohol saat ini telah dilarang dalam beberapa
cabang olahraga olimpiade. Alkohol bertindak sebagai depresan dan
membantu menenangkan saraf. Hans-Gunnar Liljenwall asal Swedia adalah
salah satu atlet yang dilarang berkompetisi dalam Olimpiade 1968 di
Mexico City karena minum bir sebelum berlaga dalam olahraga menembak.
Etanol dalam bir bisa membuahkan emas pada beberapa kompetisi
Olimpiade. Konsumsi alkohol saat ini telah dilarang dalam beberapa
cabang olahraga olimpiade. Alkohol bertindak sebagai depresan dan
membantu menenangkan saraf. Hans-Gunnar Liljenwall asal Swedia adalah
salah satu atlet yang dilarang berkompetisi dalam Olimpiade 1968 di
Mexico City karena minum bir sebelum berlaga dalam olahraga menembak.
7. Pestisida
Racun strychnine yang terkandung dalam pestisida digunakan sebagai doping. Meskipun dapat berkibat fatal, strychnine
dalam dosis sangat rendah sering digunakan sebagai stimulan. Pada
Olimpiade 1904 di St. Louis, AS, atlet maraton Thomas Hicks asal AS
meminum strychnine sehingga berhasil meraih medali emas. Namun
dalam Olimpiade 1992 di Barcelona, atlet bola voli asal Cina, Wu Dan
dilarang berkompetisi karena hasil pemeriksaan positif menunjukan
menggunakan strychnine.
Racun strychnine yang terkandung dalam pestisida digunakan sebagai doping. Meskipun dapat berkibat fatal, strychnine
dalam dosis sangat rendah sering digunakan sebagai stimulan. Pada
Olimpiade 1904 di St. Louis, AS, atlet maraton Thomas Hicks asal AS
meminum strychnine sehingga berhasil meraih medali emas. Namun
dalam Olimpiade 1992 di Barcelona, atlet bola voli asal Cina, Wu Dan
dilarang berkompetisi karena hasil pemeriksaan positif menunjukan
menggunakan strychnine.
8. Cabe
Doping ternyata tak hanya milik atlet berkaki dua saja. Capsaicin,
zat dalam cabe yang memunculkan sensasi pedas, telah dilarang
penggunaannya dalam olahraga berkuda. Pada Olimpiade Beijing 2008,
sebanyak 4 orang atlet bekuda dilarang ikut kompetisi setelah kuda yang
ditunggangi ditemukan memiliki peningkatan kadar capsaicin. Zat ini
merupakan stimulan ringan dan dapat menghilangkan rasa sakit.
Doping ternyata tak hanya milik atlet berkaki dua saja. Capsaicin,
zat dalam cabe yang memunculkan sensasi pedas, telah dilarang
penggunaannya dalam olahraga berkuda. Pada Olimpiade Beijing 2008,
sebanyak 4 orang atlet bekuda dilarang ikut kompetisi setelah kuda yang
ditunggangi ditemukan memiliki peningkatan kadar capsaicin. Zat ini
merupakan stimulan ringan dan dapat menghilangkan rasa sakit.SEKIAN IFORMASI DARI KAMI, SEMOGA BERMANFAAT
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori sports
dengan judul 8 Doping Atlet Olimpiade yang Tak Lazim. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sastrainfo.blogspot.com/2012/08/8-doping-atlet-olimpiade-yang-tak-lazim.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Kamis, 09 Agustus 2012
Home
Belum ada komentar untuk "8 Doping Atlet Olimpiade yang Tak Lazim"
Posting Komentar